Menurut wikipedia berbahasa indonesia Teori Keputusan
adalah berasal dari teori kemungkinan yang merupakan konsekuensi dari beberapa
keputusan yang telah dievaluasi. Teori
Keputusan
digunakan untuk berbagai macam ilmu
bidang study, terutama bidang ekonomi.
Dua
metode dari teori keputusan yang terkenal adalah
1.
Teori Keputusan Normatif
Teori Keputusan
Normatif dicapai berdasarkan alasan yang rasional atau bisa disebut
dengan alasan yang masuk akal (teori logika),
2.
Teori Keputusan Deskriptif.
sedangkan teori
keputusan Deskriptif dicapai berdasarkan empirik atau merupakan hasil
pengamatan, percobaan, dan biasanya dikuatkan dengan statistik.
Jenis
Keadaan Membuat Keputusan
l Membuat keputusan dibawah kepastian: Proses memilih alternatif keputusan
apabila keadaan semula jadi diketahui.
l Membuat keputusan dibawah ketidakpastian: Proses memilih
alternatif keputusan apabila keadaan semula jadi tidak diketahui
Pengertian
Pengambilan Keputusan dikemukakan oleh,
1. Ralp C. Davis;
2. Mary Follet;
3. James A.F. Stoner.
Keputusan dapat dijelaskan
sebagai hasil pemecahan masalah, selain itu juga harus didasari atas logika dan
pertimbangan, penetapan alternatif terbaik, serta harus mendekati tujuan yang
telah ditetapkan. Seorang
pengambil keputusan haruslah memperhatikan hal-hal seperti; logika, realita,
rasional, dan pragmatis.
Secara umum pengertian teori
pengembilan keputusan adalah, teknik pendekatan yang digunakan dalam proses
pengambilan keputusan atau proses memilih tindakan sebagai cara pemecahan
masalah.
Fungsi
Pengambilan Keputusan
individual
atau kelompok baik secara institusional ataupun organisasional, sifatnya
futuristik.
Tujuan
Pengambilan Keputusan
1. Tujuan yang
bersifat tunggal (hanya satu masalah dan tidak berkaitan dengan masalah lain)
2. Tujuan yang
bersifat ganda (masalah saling berkaitan, dapat bersifat kontradiktif ataupun
tidak kontradiktif)
Dasar-dasar
Pengambilan Keputusan
George R. Terry, menjelaskan dasar-dasar dari
pengambilan keputusan yang berlaku,
·
Intuisi
·
Pengalaman
·
Fakta
·
Wewenang
·
Rasional
Kondisi pengambilan keputusan:
A. Kondisi pasti
Contoh
Pengambilan keputusan pasti:
Ø Seseorang akan memutuskan membeli baju
dengan: corak, ukuran, kualitas, dan harga yang telah di ketahui
Ø Seseorang manager akan mengambil meminjam
modal, informasi pendukung berupa : tingkat bunga/persyaratan lain yang telah
ada/disediakan.
B. Kondisi tidak
pasti
C. Kondisi beresiko
Proses
Pengambilan Keputusan
·
Tahap Penemuan Masalah
·
Tahap Pemecahan Masalah (state of nature)
·
Tahap Pengambilan Keputusan (payoff)
Menurut Richard
I. Levin terdapat 6 (enam) tahap:
- Tahap observasi;
- Tahap analisis dan pengenalan Masalah;
- Pengembangan Model;
- Memilih data masukan yang sesuai;
- Perumusan dan pengetesan;
- Pemecahan.
Menurut sir
Francis Bacon:
- merumusakan/mendefinisikan masalah;
- pengumpulan informasi yang relevan;
- mencari alternatif tindakan;
- analisis alternatif;
- memilih alternatif terbaik;
- melaksanakan keputusan dan evaluasi hasil.
Model
Pengambilan Keputusan
Model adalah percontohan yang mengandung
unsur yang bersifat penyederhanaan untuk dapat ditiru.
Model terbagi atas:
- Model Kuantitatif;
- Model Kualitatif;
Model tersebut masih terbagi lagi dalam:
- Model Probabilitas;
- Konsep Nilai harapan;
- Model Matriks;
- Model Pohon Keputusan (Decision tree Model);
- Model Kurva Indiferen (kurva tak acuh);
- Model Simulasi Komputer;(model matematika, simulasi, permainan operasional, model verbal, model fisik)
Konsep
Probabilitas
Pengertian Probabilitas dapat dilihat dari
tiga macam pendekatan;
1.
Pendekatan
Klasik;
2.
Pendekatan
frekuensi Relatif;
3.
Pendekatan Subjektif.
Rumus:
P (A) = X/n
P(A) = probabilitas terjadinya peristiwa A;
x
= peristiwa yang dimaksud;
n
= peristiwa yang mungkin,
Pengambilan Keputusan Untuk Kondisi
Beresiko
Konsepsi Resiko
Resiko adalah
kesempatan timbulnya kerugian;
- Resiko adalah ketidakpastian;
- Resiko adalah penyimpangan hasil aktual dari hasil yang diharapkan;
- Resiko adalah hasil yang berbeda dari hasil yang diharapkan;
Jenis
Resiko
- Resiko Dinamis (manajemen, politik, inovasi)
- Resiko Statis (fundamental, khusus, murni, spekulatif, perorangan, kebendaan)
Sumber-sumber Resiko:
- Masyarakat (resiko sosial)
- Fisik (resiko fisik)
- Ekonomi (resiko ekonomi)
Karakteristik
Resiko;
- Langsung;
- Tidak Langsung;
- Tanggung gugat;
- Perbuatan oknum.
- Penanganan Resiko
- Pencegahan;
- Pengendalian;
- Pemindahan (asuransi)
TEKNIK
PENYELESAIAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK KONDISI BERESIKO
- Nilai Harapan (expected Value);
- Nilai Kesempatan yang Hilang (opportunity Loss);
- Nilai Harapan Informasi Sempurna ( Expected Value of Perfect Information)
- EV = S aij . Pj
- EMV = S aij . Pj
- EVPI = S EVWPI. EV
Contoh Pengambilan Keputusan Beresiko:
Seorang rektor harus mengambil
keputusan dalam melakukan re-organisasi unit Teknologi Informasi dan Komunikasi
hal mungkin berdampak adalah sitem TIK akan ada gangguan jika tidak di lakukan
unit ini menjadi super body.
Pengambilan Keputusan Untuk Kondisi Tidak
Pasti
Kondisi
Tidak Pasti, dapat diketahui atas keadaaan sebagai berikut:
Ø Ada beberapa alternatif tindakan yang fisibel;
Ø Nilai probabilitas
masing-masing kejadian tidak diketahui:
Ø memiliki nilai
payoff sebagai hasil kombinasi untuk suatu tindakan dan kejadian tidak pasti.
Contoh
Pengambilan keputusan tidak pasti:
Ø Seorang manager keuangan merencanakan membeli
saham. Di mana informasi tentang saham di pengaruhi oleh beberapa faktor yang
sulit di ramalkan misal situasi politik.
Ø Seoramg manager pemasaran tidak mempunyai
data pasti tentang strategi pemasaran yang akan di lakukan
perusahaan-perusahaan lawan.
Solusinya: biasanya di gunakan teori kemungkinan (peluang dan probabilitas)
Catatan :
Semua keputusan mengandung resiko, baik dalam
kondisi pasti atau tidak sehingga kalkulasi menjadi hal yang sangat penting.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar