Senin, 05 November 2012

Teori Keputusan



Menurut wikipedia berbahasa indonesia Teori Keputusan adalah berasal dari teori kemungkinan yang merupakan konsekuensi dari beberapa keputusan yang telah dievaluasi. Teori Keputusan digunakan untuk berbagai macam ilmu bidang study, terutama bidang ekonomi.
Dua metode dari teori keputusan yang terkenal adalah
1.      Teori Keputusan Normatif
Teori Keputusan Normatif dicapai berdasarkan alasan yang rasional atau bisa disebut dengan alasan yang masuk akal (teori logika),
2.      Teori Keputusan Deskriptif.
sedangkan teori keputusan Deskriptif dicapai berdasarkan empirik atau merupakan hasil pengamatan, percobaan, dan biasanya dikuatkan dengan statistik.
Jenis Keadaan Membuat Keputusan
l  Membuat keputusan dibawah kepastian: Proses memilih alternatif keputusan apabila keadaan semula jadi diketahui.
l  Membuat keputusan dibawah ketidakpastian: Proses memilih alternatif keputusan apabila keadaan semula jadi tidak diketahui
Pengertian Pengambilan Keputusan dikemukakan oleh,
1.      Ralp C. Davis;
2.      Mary Follet;
3.      James A.F. Stoner.
Keputusan dapat dijelaskan sebagai hasil pemecahan masalah, selain itu juga harus didasari atas logika dan pertimbangan, penetapan alternatif terbaik, serta harus mendekati tujuan yang telah ditetapkan. Seorang pengambil keputusan haruslah memperhatikan hal-hal seperti; logika, realita, rasional, dan pragmatis.
Secara umum pengertian teori pengembilan keputusan adalah, teknik pendekatan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan atau proses memilih tindakan sebagai cara pemecahan masalah.


Fungsi Pengambilan Keputusan
individual atau kelompok baik secara institusional ataupun organisasional, sifatnya futuristik.
Tujuan Pengambilan Keputusan
1.      Tujuan yang bersifat tunggal (hanya satu masalah dan tidak berkaitan dengan masalah lain)
2.      Tujuan yang bersifat ganda (masalah saling berkaitan, dapat bersifat kontradiktif ataupun tidak kontradiktif)
Dasar-dasar Pengambilan Keputusan
George R. Terry, menjelaskan dasar-dasar dari pengambilan keputusan yang berlaku,
·         Intuisi
·         Pengalaman
·         Fakta
·         Wewenang
·         Rasional
Kondisi pengambilan keputusan:
A.    Kondisi pasti
 Contoh Pengambilan keputusan pasti:
Ø  Seseorang akan memutuskan membeli baju dengan: corak, ukuran, kualitas, dan harga yang telah di ketahui
Ø  Seseorang manager akan mengambil meminjam modal, informasi pendukung berupa : tingkat bunga/persyaratan lain yang telah ada/disediakan.
B.     Kondisi tidak pasti
C.     Kondisi beresiko
Proses Pengambilan Keputusan
·         Tahap Penemuan Masalah
·         Tahap Pemecahan Masalah (state of nature)
·         Tahap Pengambilan Keputusan (payoff)
Menurut Richard I. Levin terdapat 6 (enam) tahap:
  • Tahap observasi;
  • Tahap analisis dan pengenalan Masalah;
  • Pengembangan Model;
  • Memilih data masukan yang sesuai;
  • Perumusan dan pengetesan;
  • Pemecahan.
Menurut sir Francis Bacon:
  • merumusakan/mendefinisikan masalah;
  • pengumpulan informasi yang relevan;
  • mencari alternatif tindakan;
  • analisis alternatif;
  • memilih alternatif terbaik;
  • melaksanakan keputusan dan evaluasi hasil.

Model Pengambilan Keputusan
Model adalah percontohan yang mengandung unsur yang bersifat penyederhanaan untuk dapat ditiru.
Model terbagi atas:
  • Model Kuantitatif;
  • Model Kualitatif;
Model tersebut masih terbagi lagi dalam:
  • Model Probabilitas;
  • Konsep Nilai harapan;
  • Model Matriks;
  • Model Pohon Keputusan (Decision tree Model);
  • Model Kurva Indiferen (kurva tak acuh);
  • Model Simulasi Komputer;(model matematika, simulasi, permainan operasional, model verbal, model fisik)
Konsep Probabilitas
Pengertian Probabilitas dapat dilihat dari tiga macam pendekatan;
1.      Pendekatan Klasik;
2.      Pendekatan frekuensi Relatif;
3.      Pendekatan Subjektif.
Rumus:            P (A) = X/n
P(A) = probabilitas terjadinya peristiwa A;
x      = peristiwa yang dimaksud;
n      = peristiwa yang mungkin,

Pengambilan Keputusan Untuk Kondisi Beresiko
Konsepsi Resiko
Resiko adalah kesempatan timbulnya kerugian;
  • Resiko adalah ketidakpastian;
  • Resiko adalah penyimpangan hasil aktual dari hasil yang diharapkan;
  • Resiko adalah hasil yang berbeda dari hasil yang diharapkan;
Jenis Resiko
  • Resiko Dinamis (manajemen, politik, inovasi)
  • Resiko Statis (fundamental, khusus, murni, spekulatif, perorangan, kebendaan)
Sumber-sumber Resiko:
  • Masyarakat (resiko sosial)
  • Fisik (resiko fisik)
  • Ekonomi (resiko ekonomi)
Karakteristik Resiko;
  • Langsung;
  • Tidak Langsung;
  • Tanggung gugat;
  • Perbuatan oknum.
  • Penanganan Resiko
  • Pencegahan;
  • Pengendalian;
  • Pemindahan (asuransi)
TEKNIK PENYELESAIAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK KONDISI BERESIKO
  • Nilai Harapan (expected Value);
  • Nilai Kesempatan yang Hilang (opportunity Loss);
  • Nilai Harapan Informasi Sempurna ( Expected  Value of Perfect Information)
  •  EV    = S aij . Pj
  •  EMV = S aij . Pj
  • EVPI  = S EVWPI. EV
Contoh Pengambilan Keputusan Beresiko:
Seorang rektor harus mengambil keputusan dalam melakukan re-organisasi unit Teknologi Informasi dan Komunikasi hal mungkin berdampak adalah sitem TIK akan ada gangguan jika tidak di lakukan unit ini menjadi super body.
Pengambilan Keputusan Untuk Kondisi Tidak Pasti
Kondisi Tidak Pasti, dapat diketahui atas keadaaan sebagai berikut:
Ø   Ada beberapa alternatif tindakan yang fisibel;
Ø  Nilai probabilitas masing-masing kejadian tidak diketahui:
Ø  memiliki nilai payoff sebagai hasil kombinasi untuk suatu tindakan dan kejadian tidak pasti.
 Contoh Pengambilan keputusan tidak pasti:
Ø  Seorang manager keuangan merencanakan membeli saham. Di mana informasi tentang saham di pengaruhi oleh beberapa faktor yang sulit di ramalkan misal situasi politik.
Ø  Seoramg manager pemasaran tidak mempunyai data pasti tentang strategi pemasaran yang akan di lakukan perusahaan-perusahaan lawan.
Solusinya: biasanya di gunakan teori kemungkinan (peluang dan probabilitas)
Catatan :
Semua keputusan mengandung resiko, baik dalam kondisi pasti atau tidak sehingga kalkulasi menjadi hal yang sangat penting.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar